Nun Jilbab Bandung Highlight

425 x 215_iklan agust

Produk-produk NUN JILBAB BANDUNG terdiri dari:

Berikut kami informasikan beberapa bahan yang digunakan pada produk NUN JILBAB BANDUNG.

1. TC (TETERON COTTON)

Bahan ini masih termasuk dalam keluarga kain katun atau Cotton. Namun kualitasnya di bawah
katun karena tidak murni 100%.
Menurut Kamus Besar Perkainan, jenis bahan ini merupakan kombinasi dari Cotton Combed 35 %
dan Polyester (Teteron) 65%. Bahan TC lebih tebal dari Cotton sehingga memiliki kelebihan
antara lain lebih tahan ’shrinkage’ (tidak susut atau melar) meskipun sudah dicuci berkali
-kali.

2. SPANDEX

Adalah serat sintetis yang tidak bisa berdiri sendiri menjadi bahan / kain, melainkan harus
digabungkan dengan serat lain, bisa dengan serat sintetis lain seperti poliester maupun
dengan serat alam seperti katun. Karena itu kurang tepat bila menyebut suatu nama bahan
sebagai bahan spandex. Yang ada adalah benang spandex yang biasa digunakan misalnya untuk
bagian atas kaos kaki, atau benang elastis untuk membuat aksesori gelang. Sampai saat ini
suatu bahan paling banyak mengandung spandex sebesar 10%, baju renang biasanya mengandung
5%-7% spandex yang digabung dengan nilon/ polyester.

3. HYGET

Bahan ini terbuat dari plastik, namun lebih tipis. Teksturnya halus dan lembut.
**********************

Untuk melengkapi wawasan mengenai jenis-jenis kain dan bahan, silakan baca artikel berikut
ini.

# 1. JENIS BAHAN BERDASARKAN PROSES PEMBUATANNYA

A. WOVEN

Kain yang di buat dari hasil penyilangan dua benang dengan cara di tenun/ dianyam. Sering
disebut kain tenun. Bahan woven cirinya tidak dapat di tarik.

B. KNIT

Kain yang dibuat dari jeratan – jeratan benang / mengaitkan benang dengan benang , sering
di sebut kain rajut. Cirinya kain ini dapat di tarik atau elastis. Contoh dari kain rajut :
jersey, interlock, rib, single jersey, tricot dll.

# 2. JENIS BAHAN BERDASARKAN BAHAN BAKUNYA (SERAT)

2.1. Serat Alam

A. Cotton

Berbahan dasar kapas, dikenal dengan juga cotton combed dan cotton carded, perbedaannya
adalah:

- Combed:
• Serat benang lebih halus.
• Hasil Rajutan dan penampilan lebih rata.

- Carded:
• Serat benang kurang halus.
• Hasil rajutan dan penampilan bahan kurang rata.

Karakteristik dari cotton combed ataupun carded adalah:

- Bahan terasa dingin dan sedikit kaku
- Mudah kusut
- Mudah menyerap keringat
- Pakaian / kain akan rusak bila direndam lebih dari 2 jam dalam detergen
- Rentan terhadap jamur
- Apabila dibakar baunya seperti kertas terbakar, hasil pembakarannya akan menjadi abu dan
jalannya api lambat.
2.2. Serat Sintetis

A. Aramid

Aramid banyak digunakan untuk baju pemadam kebakaran, pembalap mobil dan motor. Aramid
termasuk jenis nylon seperti Nomex, Kevlar dan Tawron adalah bahan yang sangat tahan api,
tahan suhu tinggi, terbakar pada suhu 53 oC.

B. Acrylic

Acrylic dikenal dengan nama dagang Acrilian, Cashmilon, Orlon, Vonnel, Wolacryl, dan
lainnya. Sedangkan modakrilat nama dagang Acrilan, Courtelle, Cresian, Dynel, Orlon, Redon
dan lainnya.
Secara umum sifatnya mirip dengan wol. Kain dan garmen dari acrylic mempunyai pegangan yang
lembut, rua (bulky) ringan dan juga isolator panas yang dapat menahan panas tubuh namun
tidak membuat gatal di kulit. Kekurangan dari bahan ini adalah kenyamanan dalam pemakaian.
Kelebihannya adalah walaupun seratnya tidak mampu menyerap air namun berasa lembab bila
digunakan dan acrylic bersifat lebih cepat kering dibandingkan dengan serat sintetik
lainnya.
Pencuciannya dapat digunakan dengan sabun biasa dan tahan terhadap pencucian kimia dry
cleaning dan pelarut organic lainnya. Acrylic sangat peka terhadap panas karena menyebabkan
bahan terdistorsi, oleh karena itu penyetrikaan hanya dilakukan dengan setrika hangat.

C. CDP

Singkatan dari cationic dyeable polyester, yaitu jenis serat sintetik yang merupakan
modifikasi dari serat polyester sehingga dapat dicelup dengan zat warna basa dan zat warna
disperse.

D. Polyester

Dikenal dengan nama dagang Terylene , Dacron, Trivera, Tetoron. Kekuatan, elastisitas yang
baik dari serat polyester menghasilkan kain yang mempunyai ketahanan yang baik terhadap
lekukan atau kekusutan sehingga tidak memerlukan penyetrikaan panas. Kekurangan dari kain
polyester adalah daya serap lembabnya rendah dan kekakuan yang tinggi sehingga kenyamanan
berkurang.
Pewarnaan polyester dilakukan dengan menggunakan zar warna disperse yang kaya warna dan
mempunyai ketahanan luntur warna yang sangat baik terhadap pencucian, gosokan dan sinar.
Kain polyester tahan terhadap pelarut organic dan pencucian kimia / dry cleaning, serta
mempunyai ketahanan yang sangat baik terhadap bakteri dan jamur.

E. Polymide /Nylon

Dikenal juga sebagai perlon, caprolan dan amilan, trilobal atau antron, rislan, nomex dan
lainnya. Pada umumnya serat sintetik ini merupakan isolator yang baik dan dapat menimbulkan
sifat listrik static. Sifat kekuatan dan elastisitas serta ketahanan sangat baik, tahanan
terhadap serangan jamur, bakteri dan serangga.
Kekurangan dari kain nilon adalah daya serap lembab yang rendah. Nilon dapat dicuci dengan
sabun alkali dan tahan terhadap pencucian kimia / dry cleaning. Bahan nilon tidak tahan
panas tinggi, pada suhu setrika 180 o C nilon mulai lengket dan rusak pada suhu 230oC dan
meleleh pada suhu 250oC.
Nylon dapat dicelup dengan zat warna asam dan kompleks logam, terhadap zat warna lain
seperti basa,direk, belerang, tetapi ketahanan cuci dan sinar jelek.

F. Spandex

Lebih dikenal dengan nama Lycra yang merupakan trade mark dari Du Pont. Mempunyai sifat
elastisitas yang tinggi, kuat dan memiliki ketahanan gosokan yang tinggi. Spandex adalah
jenis serat sintetis yang terkenal memiliki elastisitas lebih baik dari rubber. Kain
spandex bisa mencapai tingkat elastisitas dengan tarikan sampai 500%.
2.3. Serat semi sintetis

A. Modal

Modal atau polynosic dikenal dengannama Avril, Hightel, Vincel, Zantrel dan lainnnya adalah
selulosa yang diregenerasi, sejenis rayon viskosa dengan derajat polimerisasi yang lebih
tinggi dan memiliki struktur mikro fibril dengan panjang rantai molekul dua kali lipat dari
rayon, kekuatan lebih tinggi tetapi mulur serta moisture regain lebih rendah.
Modal dpat dicuci dengan sabun atau detergen dan pelarut organic dan pencucian kimia / dry
-cleaning dan disetrika dengan suhu sedang, dengan pemanasan seperti ni kekusutan dapat
dihilangkan, adanya uap dalam penyetrikaan memudahkan kain untuk menjadi licin dan terlihat
berkilau

B. Rayon Viscosa

Rayon viscose adalah serat semi sintetik yang bahan bakunya dari alam yaitu kayu yang
mempunyai kadar selulosa tinggi, sehingga mempunyai kenyamanan dala pemakaian yang sangat
baik pada berbagai kondisi

C. Rayon Acetat

Termasuk dalam serat semi sintetik yang mempunyai elastisitas yang baik, namun tidak cukup
untuk memberikan ketahanan kusut yang baik. Rayon asetat adalah konduktor panas yag buruk
tetapi merupakan isolator panas yang baik oleh karena itu bahan ini banyak digunakan
sebagai kain pelapis
Pencucian dapat dilakukan dengan sabu alkali dan dengan pencucian kimia / dry cleaning.
Penyetrikaan kain asetat dilakukan dengan menggunakan setrika hangant dan tidak langsung
Rayon asetat tahan terhadap mikroorganisme dan serangga tetapi tidak tahan terhadap jamur
terutama pada kondisi yang lembab

2. 4. Blending / campuran serat

Seringkali untuk memperoleh harga yang lebih murah dan kekuatan dari bahan kain tersebut
maka dilakukan blending / campuran serat misalnya T/C 65/35 ( campuran polyester cotton),
T/R 65/35 (campuran polyester rayon), CVC ( campuran polyester cotton 50/50), cotton /
lycra (97/3) dll

A. TC (Teterton Cotton ) / Polyester – Cotton

Jenis bahan ini adalah campuran dari Cotton Combed 35 % dan Polyester (Teteron) 65%.
Dibanding bahan Cotton, bahan TC kurang bisa menyerap keringat dan agak panas di badan. TC
biasanya di buat untuk sprei, hem, celana.
Karakteristik: Lebih tahan ‘shrinkage’ (tidak susut dan melar) meskipun sudah dicuci
berulang-ulang dan apabila dibakar akan menghasilkan abu dan arang, untuk pengujian
detailnya harus dengan bahan kimia tertentu.

B. CVC ( Cotton Viscose)

Jenis bahan ini adalah campuran dari 55% Cotton Combed dan 45% Viscose. Kelebihan dari
bahan ini adalah tingkat shrinkage-nya (susut pola) lebih kecil dari bahan Cotton. Jenis
bahan ini juga bersifat menyerap keringat.